Medium Kinetic Art dan Popularitasnya di Indonesia

  • Kinetic art atau seni kinetik berasal dari bahasa Yunani kinetik yang memiliki arti bergerak. Seni kinetik sendiri adalah karya-karya yang memiliki hubungan dengan gerak dalam beragam bentuk. Jenis seni ini mulai banyak digemari di abad ke-20 di mana spektrum praktek seni kinetik telah melampaui definisi karya melalui teknik serta gaya yang tertentu. Spektrum ini memiliki hubungan erat dengan sudut pandang, respon serta pemahaman seniman akan konsep serta fenomena gerak. Di Indonesia, ternyata seni ini terbilang kurang populer. Walau demikian, beragam aspek gerak masih bisa kita temukan dalam beragam karya seniman lokal, terutama dalam sejumlah karya yang dikenal dengan istilah instalasi.

     

    Ketertarikan seniman lokal akan kinetic art terbilang menarik dikaji. Ini karena seni kinetik menawarkan sebuah potensi eksplorasi yang artistik serta filosofi yang luas. Bisa jadi, seni ini dapat menggambarkan situasi budaya tertentu. Pameran seni kerap digelar guna melacak beragam gagasan serta bentuk gerak yang dibawa seniman lokal. Pameran ini juga menjadi upaya rintisan dalam mengkaji seni kinetik yang dianggap sebagai suatu medium. Sejak tahun 1990 an telah diselenggarakan beragam pameran dengan persoalan medium baru seperti seni performans, instalasi serta seni video. Tak terhitung berapa banyak pameran yang turut mempersoalkan medium fine art dalam 10 tahun belakangan, termasuk seni lukis, grafis dan patung.


    Namun ternyata dalam rentang waktu 10 tahun itu, nyaris tidak bisa ditemukan perbincangan seputar kinetic art. Dalam beragam literatur terkait seni kinetik, terdapat satu perdebatan klasik terkait batasan dari seni kinetik itu sendiri. Perdebatan ini turut dikaitkan pemaknaan akan gerak yang masih berkaitan dengan persepsi manusia. Ini tentu bukan masalah sepele karena perbedaan mana yang maya dan mana yang nyata sering dikaburkan secara filosofis, terutama dalam wacana serta praktek seni dalam tiga dasawarsa ke belakang. Persoalan gerak menjadi semakin rumit karena bersinggungan dengan teknologi. Ini membuat sesuatu yang dulunya dianggap maya kini sama dengan nyata. Untuk melihat contoh seni kinetik ini, kita bisa mendatangi Edwin’s Gallery di Kemang, Jakarta Selatan.